Sejarah F-1
Pada 1950, saat lomba F-1 baru digelar, beberapa industri perusahaan mobil mulai melakukan eksperimen dengan mobil-mobil mereka, dengan mengembangkan performa dan desain mobil. Mereka kemudian memutuskan untuk bersaing satu sama lain, sehingga mereka terus-menerus mencoba mengembangkan metode baru dan desain mutakhir. Hal ini merepresentasikan kelahiran dari mesin F-1, dan sebuah mesin yang dirancang untuk satu fokus, menjadi salah satu yang terbaik di ajang adu ketangguhan dan kehandalan mesin.
Alfa Romeo 158, salah satu mobil pertama F-1 hanya memiliki 8 silinder dalam konfigurasi satu baris. Ini berarti delapan silinder tersebut ditempatkan dalam satu jejer dengan kapasitas 1.479 cc. Kekuatan Alfa 158 mampu mengeluarkan 350 tenaga kuda pada putaran 8.500 rpm.
Sekarang marilah kita melangkah beberapa tahun ke depan. Kita pernah mendengar sebuah mobil balap hebat yang meluncur di lintasan Italia Utara. Alfa Romeo 179, dengan kapasitas mesin 2.991 cc 600 V-12. Menghasilkan 535 kekuatan kuda pada 12.300 rpm. Kekuatan kuda sudah meningkat dan kecepatan mesin semakin hebat, sehingga methanol menjadi pilihan utama daripada bensin. Ini membawa kita ke hari sekarang di mana mesin dengan pembakaran canggih ditemukan dalam mobil balap F-1.
Alfa Romeo tidak lagi membuat mobil atau mesin F-1, namun sebuah pabrikan lain pernah berhasil menciptakan salah satu mesin paling baik. Mesin Ferrari F 2004 diciptakan untuk menjadi juara. Memenangkan 14 dari 17 balapan dalam satu musim di tangan Michael Schumacher (juara dunia 7 kali). Mesin mobil tersebut menggunakan sistem V-10, berkekuatan 3.000 cc dan mampu mengeluarkan 850 tenaga kuda dengan putaran mesin fantastis mencapai 18.500 rpm.
Seseorang mungkin berkhayal bagaimana mesin kuat seperti itu kemudian dapat digabungkan dengan sebuah mobil balap F-1 yang ringan. Jawabannya terletak pada sistem pengaturan rancangan mobil termasuk komponen-komponen lain. Komponen tersebut termasuk gearbox, kopling, tangki bahan bakar, tangki oli dan sistem pengeluaran. Juga sistem suspensi mendapat rancangan desain yang nantinya mampu mengakomodasi kekuatan hebat yang dihasilkan oleh mesin.
Fokus sejarah dari balapan F-1 selalu semakin cepat dan cepat. Ini sering membuat para desainer untuk membuat mesin yang mampu melebihi sebelumnya. Mesin-mesin tersebut diciptakan untuk mampu melebihi batas kemampuannya, dengan hasil yang dapat digunakan dengan maksimal. Dalam usaha untuk meningkatkan desain mesin, FIA, badan yang menaungi balapan F-1, memberikan syarat kepada tim untuk merancang mesin yang mampu digunakan untuk jangka panjang.



إرسال تعليق